PAMERAN HARI JADI MAGETAN 339
PNPM Magetan - Dalam rangka Perayaan Hari jadi Kabupaten Magetan ke 339 keluarga besar PNPM MPd dan PNPM Generasi Magetan berpartisipasi dalam kegiatan Pameran didukung Oleh BAPERMAS dan PEMDES KAb.Magetan. Dalam kegiatan tersebut Menampilkan berbagai kreasi dan Kreatifitas Pemanfaat SPP serta Hasil dari kegiatan pelatihan peningkatan kapasitas yang telah dilakukan selama ini.
PAMERAN HARI JADI MAGETAN 339
Adapun hasil produk dari Kelompok SPP diantaranya:
1. Poncol ( Bibit Durian Plangkrongan Hasil kegiatan Pelatihan )
2. Parang ( Batik Parang Selo Hasil Pelatihan Kel.SPP)
3. Plaosan ( Aneka Makanan Carang mas Hasil dari Pemanfaat SPP)
4. Lembeyan ( Aneka Box Tissu Hasil Kerajinaan Pemanfaat SPP)
5. Bendo ( Produk Recycle Hasil Pelatihan Kelompok SPP)
6. Karas ( Dodol Waluh Hasil Pelatihan peningkatan Kapasitas)
7. Takeran (Nata Decoco Hasil Pemanfaat SPP)
8. Kartoharjo ( Aneka Bros dan Sovenir Hasil pelatihan Peningkatan Kapasitas)
9. Panekan ( Tempat Minum Akrilik Hasil pelatihan peningkatan Kapasiatas)
10. Ngariboyo ( Sandal Batik Hasil Kerajinan Pemanfaat SPP )
11. Kawedanan ( Emping Aneka Rasa Hasil dari pemanfaat SPP)
12. Nguntoronadi ( Kacang Krewang dan Telor Asin Hasil pemanfaat SPP)
13. Barat ( Produk Tas Recycle Hasil dari Pemanfaat SPP)
14. Sidorejo ( Bros dan Aneka Souvenir Hasil Pelatihan Peningkatan Kapasitas)
PNPM Magetan Melu Tumandang Supoyo Magetan Kumandang. Hasil Seleksi Rekruitmen Operator GSC
Hasil Seleksi Rekruitmen Operator GSC
Menindak lanjuti pembukaan lowongan untuk Operator Komputer GSC yang berakir pada 26 Agustus 2014, Telah dilaksanakan seleksi adminitrasi dari 10 orang pendaftar 9 orang pendaftar dinyatakan lulus dan berkas lamaran lengkap, 1 pendaftar dinyatakan tidak lulus karena persyaratan adminitrasi ada yang belum lengkap dan tidak dicantumkan nomer telepone yang bisa dihubungi.Selanjutnya dari 9 orang peserta tes telah diseleksi pada tanggal 05 september 2014, tes dilaksanakan di kantor sekretariat PNPM Magetan Jln.Karya darma NO.01 Magetan. Untuk tes yang dilakukan meliputi Tes Keahlian Komputer dan Tes Wawancara dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB - 15.30 WIB. dan hasil seleksi diumumkan pukul 16.00WIB.
Dari selurugh peserta 2 orang dengan nilai tertinggi dinyatakan Lulus yaitu:
1. Diana Pertiwi Dengan nilai 67.8 (Lulus dan ditempatkan)
2. Nila Budiyarti dengan nilai 64.8 (Lulus cadangan)
berikut rincian penilaian tes Operator Komputer Generasi Magetan:
Kelompok SPP Unggulan Kec. Parang
KELOMPOK SPP UNGGULAN
BINAAN UPK PNPM MANDIRI PERDESAAN
KECAMATAN PARANG
(oleh: Dra.Suharni – FK Parang)
Kecamatan Parang, Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, terdiri dari 12 (dua belas) desa dan 1 (Satu) Kelurahan, dengan jumlah penduduk sebanyak 45.277 Jiwa atau 11.570 Kepala Keluarga (KK). Sebanyak 500 KK (4%) dikategorikan sebagai Rumahtangga Miskin (RTM). Mata pencaharian utama masyarakat disini adalah petani. Kecamatan ini memiliki sejumlah sumberdaya alam potensial seperti batu Kali, dan Pasir kali yang berkualitas baik untuk bangunan Adapun produk unggulan pertanian kecamatan ini adalah Padi, Ketela Pohon dan Aneka sayuran.
Impian mambangun Kesehatan
IMPIAN MEMBANGUN KESEHATAN
Oleh Riska Handayani, ST
Fasilitator Teknik Kecamatan Takeran
Kesehatan merupakan sebagian daripada Iman;
Ditubuh yang sehat terdapat Jiwa yang sehat pula
Kata pepatah tersebut diatas merupakan cerminan dari pribadi kita. Seperti halnya di Desa Tawangrejo. Desa Tawangrejo merupakan salah satu desa yang ada di kecamatan Takeran Kabupaten magetan. Hingga Tahun 2011, desa tidak mempunyai gedung kesehatan yaitu gedung polindes. Memang didesa tersebut ada polindes, dan ada bidan desa, akan tetapi bangunan yang mereka gunakan adalah bangunan bekas gedung PKK yang kondisinya sangat tidak layak jika dikatakan sebagai prasarana kesehatan. Dengan Kondisi bangunan rusak parah, bocor disana sini, dengan ruangan yang hanya bersekat papan tripleks, kamar mandi yang kotor dan tidak layak lagi di gunakan dan yang lebih memprihatinkan lagi, gedung tersebut dihuni banyak kelelawar sehingga kotoran kelelawar ada di mana-mana.
Sungguh Ironis memang, dengan kecamatan yang sedemikian ramai karena berbatasan langsung dengan Kota Madiun, pemandangan seperti ini memang sangat memprihatinkan.
Dengan Keadaan tersebut, banyak masyarakat desa Tawangrejo yang berobat maupun melahirkan lebih memilih keluar desa. Mereka harus berobat dengan jarak yang lebih jauh dan mengeluarkan biaya yang lebih besar, serta memakan waktu yang lebih banyak.
Selain itu Bidan Desa tidak dapat tinggal di Polindes, hal ini menyebabkan jika ada keadaan darurat di malam hari, masyarakat tidak dapat berobat di polindes yang mereka punyai. Hal ini yang mengilhami Masyarakat desa Tawangrejo pada Tahun Anggaran 2012 mengusulkan untuk Rehab Polindes.
Dengan Kegigihan TPK yang pada waktu itu diketuai oleh Bapak Suyatno, dengan Sekretaris Ibu Ratri Nur Anggraeni dan Bendahara Ibu Emy Kristiani (beliau beliau ini ditengah kesibukannya sebagai pahlawan tanpa tanda jasa alias sebagai guru namun masih mau dan peduli akan desanya) serta dukungan masyarakat akhirnya Rehab Gedung Polindes Desa Tawangrejo pada waktu MAD Perangkingan mendapatkan Rangking 1 dan dapat terealisasikan dengan dana BLM dari PNPM Mandiri Perdesaan sebesar Rp. 40.945.500.- dan dana Swadaya sebesar Rp. 4.954.000.-
Pelaksanaan pembangunan gedung berjalan kurang lebih selama 3 bulan, dan akhirnya gedung polindes dapat terehab. Gedung dengan Ruangan terbesar disekat menjadi empat ruangan, antara lain untuk Ruang Periksa, Ruang Nifas, Ruang Inap serta Ruang Tidur Bidan. Sedangkan salah satu ruang di sebelah Ruang Besar menjadi Ruang untuk Poskesdes.
Setelah Pembangunan selama kurang lebih 3 bulan, maka Rehab Gedung Polindes selesai dan di MDST kan (Serah terimakan) kepada masyarakat, kemudian masyarakat menyerahkan kepada Ibu Bidan Yuanita untuk menempati Gedung Polindes tersebut agar dapat melaksanakan Tugas beliau sebagai bidan desa dan mampu menolong masyarakat untuk yang membutuhkan baik untuk berobat karena suatu penyakit, maupun untuk melahirkan. Sehingga Masyaraka mampu meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian mereka.
Karena jika raga Sehat, maka untuk mencari nafkah bagi keluarga akan lebih terjamin, dan tidak terganggu karena kesehatan yang tidak menunjang.Tak terasa sudah setahun lebih bangunan Polindes berdiri di Desa Tawangrejo, dan sudah begitu banyak warga yang telah memanfaatkannya. “Setiap bulan polindes melayani 100 orang” kata Ibu Bidan Yuanita ketika ditanya oleh Bapak Saladin (Spesialis pelatihan provinsi Jawa Timur) berapa yang berobat setiap bulannya, ketika beliau berkunjung ke Bangunan Polindes Desa Tawangrejo, pada tanggal 13 September 2013.
Bapak Saladin berharap adanya polindes ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat desa Tawangrejo dan dapat terus dimanfaatkan oleh Masyarakat desa Tawangrejo.
KEGIATAN FISIK PNPM MPd KABUPATEN MAGETAN T.A 2013
| KECAMATAN | NO | Lokasi - Nama Kegiatan | JENIS KEGIATAN | DIMENSI | Alokasi Dana | ||
| P | m2 | BLM | Swadaya | ||||
| Barat | 1 | Banjarejo | Pembuatan Tembok Penahan Tanah | 300 | 0 | 137.658.400 | 2.465.000 |
| 2 | Klagen | Pembuatan Saluran Irigasi | 325 | 0 | 186.513.850 | 3.830.000 | |
| 3 | Blaran | Pembuatan Saluran Irigasi | 280 | 0 | 103.121.650 | 960.000 | |
| 4 | Blaran | Pembuatan Saluran Drainase | 301 | 0 | 88.375.650 | 4.694.000 | |
| 5 | Jonggrang | Pembuatan Prasarana Kesehatan | 12 | 72 | 79.833.100 | 1.500.000 | |
| 6 | Rejomulyo | Pembuatan Saluran Drainase | 325 | 0 | 65.327.550 | 1.022.500 | |
| 7 | Karangsono | Pembuatan Gedung PAUD/ Play Group | 0 | 48 | 99.613.950 | 975.000 | |
| 8 | Tebon | Pembuatan Tembok Penahan Tanah | 147 | 0 | 36.397.950 | 800.000 | |
| Bendo | 1 | Duwet | Pembuatan Saluran Drainase | 175 | 0 | 58.131.100 | 4.843.000 |
| 2 | Setren | Pembuatan Jalan Dusun dengan Telford | 586 | 0 | 81.713.100 | 9.882.000 | |
| 3 | Kleco | Peningkatan Jalan Dusun dengan Rabat | 132 | 0 | 40.485.500 | 4.038.000 | |
| 4 | Kledokan | Pembuatan Gedung Taman Kanak-kanak | |||||
JEMBATAN ITU AKHIRNYA TERDANAI Oleh PNPM-MPd
JEMBATAN ITU AKHIRNYA TERDANAI Oleh PNPM-MPd
( Sugiyanto.ST -FT Panekan)
Sekilas desa Bedagung
Bedagung adalah salah satu desa di Kecamatan panekan Kabupaten Magetan,dipimpin oleh seorang kepala desa yang saat ini masuk dalam salah satu Urutan Caleg dari salah satu partai, secara geografis desa bedagung berada di wilayah panekan bagian atas berbatasan langsung dengan hutan pinus, sebagian besar penduduknya hidup dari bercocok tanam mengingat lahan yang subur dan juga suhu udara yang sejuk sangat cocok untuk sayur mayur,sawi, kobis,bawang merah, brokoli, ketela rambat,dan lain-lain
Sekilas infrastruktur
Kalau kita berkeliling menelusuri dusun-dusun di Bedagung sebagian besar jalan sudah menggunakan asphal baik yang berupa Lapen maupun Hot mix, ada 30% yang masih merupakan jalan makadam tentunya masih perlu adanya peningkatan lagi menjadi jalan asphal. Menurut sebagian warga memang di Bedagung pembangunan infrastruktur terutama jalan menjadi prioritas dibandingkan dengan prasarana lain. Jalan Telford, pemandian di beberapa lokasi di danai oleh PNPM-MPd yang dulu PPK (Program Pengembangan Kecamatan),juga dari P3DT ( Program Peningkatan Prasarana Desa
Pengumuman Hasil Seleksi Promosi Fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan Tahun 2013
Pengumuman Hasil Seleksi Promosi Fasilitator PNPM Mandiri Perdesaan Tahun 2013
Surabaya, 27 Juni 2013. Berikut ini disampaikan hasil seleksi Calon Fasilitator Kabupaten (Faskab Teknik dan Faskab Keuangan) serta Calon Asisten Faskab Teknik yang telah diadakan pada tanggal 17 Juni 2013 (Tes Tulis) dan tanggal 19 Juni 2013 (Tes Interview, FGD dan Komputer), sebagai berikut:
lihat selengkapnya di http://pnpm-jatim.blogspot.com/2013/06/pengumuman-hasil-seleksi-promosi.html
SOSOK
Faskab Generasi Pemerhati Anak Berkebutuhan Khusus
LEMBAGA BKAD PNPM KAWEDANAN
LEMBAGA BKAD PNPM KAWEDANAN SEIRING PERKEMBANGANNYA
Oleh : Kusairi Wahid Hasyim, ST – FK Kecamatan Kawedanan
BKAD,
adalah organisasi kerja yang dibentuk berdasarkan PP 72 tahun 2005 dan upaya
untuk melestarikan hasil-hasil PPK yang telah berjalan dengan baik. BKAD
dibentuk juga untuk menjawab kebutuhan bagi pelestarian dan pengembangan
kelembagaan UPK, menjawab kebutuhan tentang legal
standing UPK, serta mengukuhkan keberadaan lembaga masyarakat partisipatif.
Pembentukan
BKAD mengacu kepada Panduan Penataan Kelembagaan dan Penjelasan XI PTO PNPM-PPK
2007.
Sekilas PNPM MP-d
Sekilas PNPM MP-d
Belajar demi kesuksesan diri dan masyarakat(good practice kartoharjo)
10:27 AM
Belajar Demi Kesuksesan Diri ....... Demi Kesuksesan Masyarakat
,
best practice
,
kecamatan kartoharjo
,
pnpm
,
pnpm magetan
1 comment
Belajar
Demi Kesuksesan Diri ....... Demi Kesuksesan Masyarakat
Oleh: Khoirul Kholiq, S.Pd
(Fasilitator Teknik Kecamatan Kartoharjo Kabupaten Magetan)
“Tuntutlah
Ilmu Walau Sampai Negeri Cina” Satu kalimat pendek penuh makna, menggambarkan
bagimana manusia diwajibkan untuk belajar memahami kemampuan diri terhadap
anugerah nikmat yang telah diberkanNYA. Satu pertanyaan “Tuntutlah” kenapa
bukan “Mintalah” ini suatu konsep bagaimana tidak akan pernah terpenuhi
kepandaian, kecerdasan kalau kita tidak mau “menuntut”, Lalu siapa yang
dituntut, tentu saja kita harus dapat menuntut diri sendiri karena kepandaian
dan kecerdasan adalah vitamin bagi kita sendiri. Dengan belajar dan membaca
kita tidak hanya sampai di Negeri Cina tapi kita sudah mampu menjelajahi dunia.
Program Nasional
Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri melalui kegiatan Pelatihan Masyarakat
telah memberikan warna dalam perjalanan kegiatan pemberdayaan masyarakat, salah
satunya dengan Kegiatan Pelatihan Kader Teknis, Out put dari pelatihan ini
jelas untuk mencetak Kader untuk mampu mendampingi masyarakat dalam
merencanakan sebuah kegiatan terutama kegiatan Perncanaan pembangunan prasarana
mulai Survey teknis, pengukuran, gambar pra desain, gambar desain, perhitungan
volume, analisa kebutuhan bahan sampai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB)
Manfaat Dansos PNPM Sidorejo
Dansos
Kurangi Pemahaman RTM tentang Kesehatan yang Masih Rendah
By: Varia Rustiyaningsih (FK Sidorejo)
Dana sosial adalah dana yang
khusus dialokasikan untuk memberikan bantuan kepada rumah tangga miskin dan
bersifat hibah. Dalam program PNPM MP dana tersebut dialokasikan tersendiri
dari surplus minimal 15%. Di kecamatan Sidorejo untuk tahun anggaran 2012 alokasi
untuk dana sosial sebesar Rp.55.000.000,- dari surplus tahun 2011 dan telah
disepakati dalam forum MAD. Dimana dana sosial tersebut digunakan untuk rehap
rumah tidak layak huni.
Adapun alokasi dana sosial yang telah disepakati di kecamatan
Sidorejo sebagai berikut:
Fasilitator PNPM TakDigaji Dua Bulan
berita : KORAN SINDO
Fasilitator PNPM TakDigaji Dua Bulan
Pasalnya, sejak Maret hingga April 2013, gaji mereka tak kunjung dicairkan oleh pemerintah. Salah seorang fasilitator PNPM Mursid menuturkan, belum cairnya gaji tersebut membuat fasilitator PNPM kebingungan karena gaji tersebut digunakan untuk keperluan keluarga di rumah. “Kami juga bingung kalau gaji tak dibayar. Selama dua bulan ini kebutuhan keluarga harus ngutang ke orang lain,” ujar lelaki yang kebagian tugas di Madura itu, kemarin. Dia menambahkan, gaji yang diterima selama ini memang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya selengkapnya http://www.koran-sindo.com/node/314550
Rakor ke-2 mei 2013
RAKOR KABUPATEN KE-2 BULAN MEI 2013
PNPM MPd dan PNPM
GENERASI
Pada tanggal 28 Mei 2013 telah dilakasanakan rakor
kabupaten yang diselenggarakan di Gedung Pertemuan Badan Pemberdayaan
Masyarakat Dan Pemerintahan Desa.dalam Rokorkab ini dihadiri oleh Fasilitator Kecamatan
baik Mandiri Perdeasaan Maupun Generasi,dalam
rakor ini di Agendakan sharing antar pelaku kecamatan khususnya FK untuk
antisipasi masalah.
Acara dimulai pada
pukul 10.30 wib dibuka oleh Ir. Drs. Edi indrasiono dengan menyampaikan hasil
kunjungan Spesialis FMS Prov. Jawa timur tentang pengendalian untuk antisipasi timbulnya masalah dikecamatan baik
permasalahan manajerial maupun administratif. Antisipasi masalah tersebut
diantaranya : setiap transaksi keuangan harus sepengetahuan FK atau berkas
harus ditandatangani FK, Laporan bulanan FK dan UPK harus ditanda tangani Faskab sebelum
diperbanyak dan dijilid, laporan bulanan harus rangkap 4 (Faskab, PjOkab, Satker Prov,
dan arsip FK).
Best practice Ngariboyo
PELATIHAN KADER TEKNIS
Oleh: FK Ngariboyo (Rama Dani W)
Kita semua
pernah sekolah, demikian pula anak-anak kita. Diantara anak-anak itu tentu saja
ada yang berotak encer dan tak banyak menemui masalah. Namun saat tumbuh
dimasyarakat tumbuh menjadi manusia-manusia yang dituntun berdasarkan arah oleh
pendidikan sekolah, suasana keluarga dan lingkungan yang membentuk karakter
pribadi serta tingkah laku yang ia terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak
sekarang kehidupan yang mempertotonkan dan mempelajari cara hidup yang serba
praktis, sehingga di masyarakat hampir menjadi budaya ditambah tampilan media
yang mempertontonkan rasa pesimisme.
Mungkin
semua persoalan menjadi rumit ketika kita melihat kenyataan yang ada di dunia
nyata. Yang sekolahnya dilalui dengan penuh kesungguhan bisa tak jadi apa-apa
sedangkan yang sekolahnya main-main malah bisa menjadi pejabat, politisi
terkenal, atau bahkan pengusaha besar. Sulit kita melawan buku-buku populis
yang mengajarkan cara-cara jalan pintas, cara gobloknya Bob Sadino berwirausaha
atau bahkan keluguan seorang motivator yang menyebutnya dengan judul besar di
cover depan buku karangannya: The Power of Malas. Sungguh, ini
sangat sulit! Mengapa sulit? Tentu bukan karena belajar tidak penting, melainkan ada yang salah.
Pelatihan
Kader Teknik di kecamatan ngariboyo
kabupaten magetan kita mencoba untuk mengaplikasikan menjadi sebuah metode yang
kita ajarkan dengan sistem pelatihan yang intensif, terpadu dengan perbandingan
teori dan praktek. Pembangunan sarana prasarana perdesaan yang berbasis
pemberdayaan masyarakat terutama melalui
PNPM Mandiri Perdesaan merupakan upaya untuk menunjang peningkatan kualitas
insfrastruktur dasar yang ada di desa. Upaya tersebut untuk mendorong kemandirian masyarakat
perdesaan. Dengan melihat pembangunan insfrastruktur dasar yang dilaksanakan
selama ini melalui PNPM Mandiri Perdesaan memerlukan dukungan dari sisi
masyarakat dalam merencanakan, mengelola, dan melestarikan hasil kegiatan
terutama dikegiatan fisik.
Untuk
menunjang kemampuan masyarakat dalam pembangunan insfrastruktur perdesaan perlu
diperkuat dengan adanya Kader Teknik di masing masing desa. Langkah yang
dilakukan PNPM Mandiri perdesaan merupakan upaya untuk mewujudkan desa yang
memiliki kemampuan sendiri dalam mengelola kegiatan pembangunan terutama
kegiatan infrastruktur dasar yang ada di desa. Dengan adanya kemandirian Kader
Teknik, masyarakat desa mampu menemukan strategi pe,mbangunannya sendiri,
dengan pola pembangunan desa yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat desa.
Pengutan
kemampuan masyarakat desa melalui pelatihan Kader Teknik maka kemandirian desa
dapat mulai diwujudkan mulai dari pemantauan kapasitas dan kelambagaan
masyarakat. Untuk mendukung kemandirian dan otonomi desa, desa juga harus mampu
mengambil keputusan yang tepat dibidang teknik, artinya dalam bidang teknik
desa harus dapat mengidentifikasi, merencanakan, melaksanakan serta harus dapat
mengidentifikasi, merencanakan, melaksanakan serta melestarikansarana prasarana
desa dengan mandiri dan berkualitas. Berdasarkan pengalaman di PNPM Mandiri
Perdesaan, penyiapan Kader Teknik Desa(KTD) atau Kader Pemberdayaan Desa Teknik
(KPMDT) belum berjalan dengan optimal. Hal inin berdampak pada penguasaan infrastruktur lebih banyak dilakukan oleh Tim
Pelaksanan Kegiatan (TPK). Untuk itu peran keteknikan yang banyak diemban oleh
Fasilitator Teknik (FT) semaksimal mungkin ditransfer pengetahuan dan
ketrampilan hal hal teknik kepada Kader Teknik Desa.
Waktu
pelaksanaan kegiatan pelatihan selama 12 hari efektif, dengan bisa dilakukan
dalam 2 tahap, 3 tahap, 4 tahap atau 6 tahap, pelatihan dilapangan bisa
disesuaikan dengan tahapan kegiatan dilapangan, pokok bahasan bisa diatur
sesuai dengan kegiatan dilapangan, jadi pelatihan kita sesuaikan dengan tahapan
kegiatan yang ada dilapangan, sehingga habis pelatihan langsung kita libatkan
untuk langsung terjun dimasyarakat ini baik untuk mengembangkan kemampuan Kader
Teknik dengan langsung praktik.
Dengan
durasi waktu yang telah kita latihkan, maka kader-kader yang sudah pernah
mengikuti pelatihan dikecamtan kami coba jadikan pekerja pada saat sarana
pembangunan rabat beton di desa Banjarpanjang kecamtan Ngariboyo Kabupaten
Magetan. Mungkin agak sulit menggabungkan antar teori dengan praktek yang ada
dilapangan.kami mencoba meyakinkan Kader Teknik bahwa ilmu yang sudah didapat
bisa untuk diaplikasikan dilapangan, untuk memperoleh hasil yang maksimal
dengan mutu bagus, dan biaya sesuai dengan rencana. Pelaksanaan pembangunan
Jalan Rabat beton dapat dikontrol dengan baik oleh pelaku kader teknis karena
sudah mengikuti pada proses desain RAB sehingga mereka dapat menghitung
penggunaan material, Campuran, serta pada proses pengecoran Jalan Rabat Beton
sehingga diperoleh hasil yang baik dengan adanya pendelegasian kepercayaan dari tingkat kecamatan untuk memberi ruang
belajar untuk mempraktekkan ilmu yang didapat pada saat pelatihan.
Selain
menyiapkan kader teknis yang baik kita perlu juga mengawal pada proses
perencanaan muntuk memilih jenis prasarana yang baik sehingga hasil usulan
merupakan jenis sarana prasarana yang
berdampak positif mendukung kegiatan sosial ekonomi desa, serta dapat
mengantisipasi agar tidak berdampak negatif. Selanjutnya Kami akan tetap
memfasilitasi kader, agar memiliki ketrampilan dasar teknik sarana prasarana
perdesaan
1. Memfasilitasi proses survei tekik untuk pembangunan sarana
prasarana desa
2. Memfasilitasi penyusunan desain dan Rencana Anggaran Biaya
3. Memfasilitasi proses pengadaan material, bahan dan alat
4. Memfasilitasi pelaku dalam aspek dalam manajemen kontruksi
5. Memfasilitasi terjaganya kualitas pembangunan dan bangunan
serta prasarana desa.
6. Memfasilitasi Pengelolaan dan Pemeliharaan Prasarana Desa
Dengan
terwujutnya itu semua akan mempercepat proses pencapain tujuan dan cita-cita PNPM-MPd
untuk mewujutkan masyarakat mandiri, berlandaskan ilmu pengetahuan, dengan jiwa
bangsa indonesia yang ramah dan mempunyai sifat kegotong royongan.
Subscribe to:
Comments
(
Atom
)








